LATAR BELAKANG MASALAH Konsep matematika yang sangat kompleks cukup sulit untuk dipahami

LATAR BELAKANG MASALAH
Konsep matematika yang sangat kompleks cukup sulit untuk dipahami, bahkan tidak bisa dipahami jika pemahaman konsep yang lebih sederhana belum terpenuhi. Hiebert dan Carpenter (1992) menyatakan bahwa salah satu ide yang diterima secara luas dalam pendidikan matematika adalah bahwa siswa harus memahami matematika. Marpaung (2008) juga berpendapat bahwa matematika tidak akan ada artinya jika hanya dihafalkan. Dengan demikian, pemahaman konsep matematis menjadi salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), paham berarti mengerti dengan tepat, sedangkan konsep merupakan ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematik. (Hamalik, 2009: 48). Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami ialah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Seorang siswa dapat memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya atau caranya sendiri.

Pemahaman konsep seorang pendidik terlihat dari bagaimana hasil dari pemahaman peserta didik tentang apa yang telah dijelaskan oleh pendidik. Indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah seorang siswa/mahasiswa telah mempunyai pemahaman konseptual antara lain adalah mampu: (1) menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari; (2) mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi tidaknya persyaratan membentuk konsep tersebut; (3) memberikan contoh atau non-contoh dari konsep yang dipelajari; (4) menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematis; (5) mengaitkan berbagai konsep; dan (6) mengembangkan syarat perlu dan atau syarat cukup suatu konsep.
Menurut Kilpatick (2001) indikator signifikan dari pemahaman konseptual adalah kemampuan untuk menyajikan situasi matematika dengan cara yang berbeda dan mengetahui bagaimana representasi yang berbeda dapat bermanfaat untuk berbagai tujuan.
Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan strategi inkuiri sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP N 1 Balong, meliputi 5 tahapan yaitu:
Merumuskan masalah Pembelajaran dimulai dengan masalah yang disajikan dalam LKS sebagai media penggerak pembelajaran. LKS dibagikan kepada setiap kelompok, kemudian siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan masalah yang ada di LKS tersebut. Pada siklus II dibuat kelompok kecil yaitu kelompok yang semula 5 anak diubah menjadi 2 anak, siswa yang memahami konsep dengan baik dipasangkan dengan siswa yang kurang memahami konsep.

Merumuskan jawaban sementara (hipotesis) Setelah siswa dihadapkan pada masalah yang disajikan di LKS, kemudian siswa dibimbing untuk merumuskan hipotesis yang relevan dengan permasalahan tersebut. Guru meminta siswa untuk menyampaikan ide matematikanya secara lisan tentang hipotesisnya tersebut.
Mengumpulkan data Siswa melakukan pengumpulan data dengan melakukan suatu demonstrasi secara kelompok menggunakan media-media yang telah disediakan untuk menemukan rumus-rumus keliling dan luas bangun segiempat. Siswa bertanya baik kepada guru, peneliti, maupun temannya serta menggunakan buku referensi yang relevan untuk mendapatkan informasi ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikan LKS.
Menguji hipotesis Siswa mempresentasikan hasil inkuirinya untuk membuktikan kebenaran hipotesis berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Siswa mampu mengungkapkan ide matematikanya secara tertulis menggunakan gambar dan lambang matematika serta memberikan penjelasan secara lisan dengan menggunakan kalimat mereka sendiri tentang apa yang mereka tulis.

Menarik kesimpulan Siswa memberikan kesimpulan tentang apa yang mereka temukan dari serangkaian kegiatan yang mereka kerjakan di LKS. Siswa menyampaikan inti dari hasil penyelidikannya tentang rumusrumus untuk mencari keliling dan luas bangun segiempat.
Setelah diterapkan pembelajaran matematika melalui strategi inkuiri dengan tahap-tahap seperti di atas, terjadi peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Balong. Hal ini ditandai dengan peningkatan rata-rata prosentase setiap indikator pemahaman konsep matematika dari siklus I ke siklus II yaitu sebagai berikut :
Menyatakan ulang sebuah konsep terjadi peningkatan sebesar 14,77%.
Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, terjadi peningkatan sebesar 15%
Menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu, terjadi peningkatan sebesar 3,41%.
Mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah, terjadi peningkatan sebesar 5,9%. Dalam pembelajaran dengan strategi inkuiri ini terjadi peningkatan pemahaman konsep karena siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.