Dokumentasi Dokumentasi artinya pengumpulan

Dokumentasi
Dokumentasi artinya pengumpulan, pengolahan dan penyimpanan informasi di bidang pengetahuan. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, yang berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya. Peneliti dalam hal ini menggali data-data sekunder yang terkait dengan implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI. Dalam studi dokumentasi, peneliti menggali data sekunder yang terkait dengan implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional, seperti: renstra UI tahun berjalan, statuta UI PP No. 68 Tahun 2013 tentang visi UI, laporan akhir Tahun 2015 & 2016 DRPM UI, rencana induk penelitian UI, manual mutu DRPM UI Tahun 2015, pedoman penjaminan mutu internal program riset UI, panduan hibah-DRPM UI Tahun 2016, Extend abstracts Directorate of Research and Public Service Universitas Indonesia Tahun 2011 s/d 2013, buku referensi sistem penjaminan mutu akademik Universitas Indonesia (Buku Induk BPMA UI) Tahun 2005, dan dokumen/arsip lainnya yang mendukung.
2. Wawancara mendalam (indepth interview)
Peneliti melakukan wawancara mendalam kepada 9 informan (I-1Wa s/d I-9Wa) terkait dengan komponen antecedents, 3 informan (I-1 wt s/d I-3Wt) terkait dengan komponen transactions, dan 7 informan (I-1Wo s/d I-7Wo) terkait dengan komponen outcomes (hasil feedback). Beberapa informan yang diwawancarai peneliti dalam hal ini antara-lain: direktur DRPM, kasubdit DRPM, WaRek riset&inovasi, BPMA, WaRek akademik/kemahasiswaan, kepala international office, dosen/peneliti, mahasiswa, staf/manajemen. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) dan snowball sampling. Menurut Bogdan dan Biklen dalam bukunya yang berjudul Research for Education: “Snowball sampling techniques, is he asked the first person he interviewed to recommend others.” Teknik snowball sampling, adalah pewawancara bertanya kepada orang pertama yang diwawancarainya untuk merekomendasikan orang lain.
Sampel bertujuan (pusposive sampling) menurut Fraenkel dan Norman. Purposive sampling is different from convenience sampling in that reserchers do not simply study whoever is available but rather use their judgment to select a sample that they believe, based on prior information, will
provide the data they need. Purposive sampling adalah berbeda dari metode sampel lainnya yang mana para peneliti tidak mudah untuk mempelajarinya, namun cukup dengan menggunakan pendapat mereka untuk memilih sebuah sample yang mereka yakini berdasarkan informasi sebelumnya, akan menyediakan data yang dibutuhkannya.
Dalam melakukan wawancara, Satori dan Komanah menjelaskan langkah-langkahnya, sebagai-berikut: (1) membuat kisi-kisi untuk mengembangkan kategori/subkategori yang menggambarkan siapa sumber datanya; (2) menetapkan informan kunci (gatekeepers), (3) membuat pedoman wawancara yang berisi pokok-pokok masalah yang menjadi bahan pembicaraan; (4) menghubungi dan melakukan perjanjian wawancara; (5) mengawali atau membuka alur wawancara; (6) melangsungkan alur wawancara dan mencatat pokok-pokoknya atau merekam pembicaraan; (7) mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara.
3. Observasi
Observasi adalah kegiatan mencari atau mengumpulkan data dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung dan cermat terhadap berbagai hal atau kondisi yang terjadi. Tujuan observasi ini adalah disamping agar peneliti mendapat data konkrit dapat digunakan untuk menarik sebuah kesimpulan pada penelitian. Patton dalam bukunya yang berjudul “Metode Evaluasi Kualitatifif ” menyebutkan bahwa observasi yang sistematis dan setepat-tepatnya melibatkan lebih jauh dari hanya sekedar hadir dan melihat-lihat sekitar. Mewawancarai dengan penuh keahlian melibatkan lebih banyak daripada hanya sekedar bertanya. Analisis isi sangat memerlukan lebih dari sekedar hanya membaca apa yang terlihat.
Inti dari observasi adalah adanya perilaku yang tampak dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan observasi yaitu mendeskripsikan lingkungan yang diamati, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, individu-individu yang terlibat dalam lingkungan tersebut beserta aktivitas dan perilaku yang dimunculkan, serta makna kejadian berdasarkan perspektif individu yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, dalam melakukan observasi atau pengamatan terdapat tiga aspek utama yang diamati yaitu : aktivitas, pelaku aktivitas dan tempat terjadinya aktivitas.
Prosedur pengumpulan data dengan menggunakan observasi yaitu sebagai berikut: (1) mengidentifikasi komponen-komponen yang diobservasi; (2) menetapkan indikator-indikator yang diamati; (3) melakukan observasi; (4) merekam data hasil observasi dalam bentuk catatan lapangan.
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung dan peninjauan secara cermat terhadap berbagai kondisi yang ada. Tujuannya adalah mendapatkan data konkrit sesuai data alamiah di lapangan, disamping sebagai pelengkap data hasil wawancara dan studi dokumentasi.
Pada tahap ini peneliti melibatkan diri secara langsung ke dalam kegiatan yang diamati di lapangan (observasi partisipan), sehingga peneliti menjadi bagian integral dari kegiatan tersebut. Selanjutnya, untuk menambah ketepatan pengamatan, peneliti dibantu dengan alat-alat seperti tape recorder, kamera, buku catatan, dan bolpoin, penggunaan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Peneliti juga menggunakan pedoman observasi untuk mencatat apa/siapa, bagaimana, serta kapan kegiatan tersebut berlangsung. Lalu hasil observasi tersebut peneliti deskripsikan ke dalam catatan lapangan

F. Teknik Analisis Data, Focus Group Discussion (FGD) dan Pemeriksaan Keabsahan Data (Triangulasi)
F.1. Teknik Analisis Data
Penjelasan dari Creswell and Clark, mengenai panduan umum yang dapat membantu dalam melakukan analisis data pada metode campuran (mixed methods), dijelaskan sebagai berikut:
There are several general guidelines that can help in mixed methods data analysis: 1. The type of data analysis will vary depending on the type of mixed methods design used. The analytic procedures will vary for each of the four designs. 2. Use the mixed methods analysis procedureto answer the mixed methods research questions being asked in the study. These questions differ for each of the four designs and their variants. 3. The procedures of mixed methods data analysis relate to concurrent data analysis (Triangulation and Embedded Designs). In the sequential approach, the analysis from the fisrt phase of the research (e.g., QUAL phase or QUAN phase) is used to guide data collection in the second phase (e.g., quan or qual phase).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Teknik analisis data pada penelitian ini, terdiri atas dua tahapan. Tahap pertama adalah menganalisis kontingensi dan kongruensi. Analisis kontingensi ditujukan untuk menganalisis hubungan antara setiap komponen evaluasi. Sedangkan analisis kongruensi digunakan untuk membandingkan data hasil rekaman kondisi ril pada setiap komponen evaluasi dengan kriteria yang telah ditetapkan lalu dibandingkan lagi kesesuaiannya dengan tujuan yang telah ditetapkan, untuk selanjutnya ditetapkan keputusan sebagai kesimpulan atas hasil evaluasi tahap ini serta menjawab pertanyaan penelitian.
Teknik analisis kongruensi digunakan untuk menganalisis kesesuaian antara data empiris (observations) dengan kriteria (standards) dan tujuan (intents). Selanjutnya dari hasil analisis kongruensi digunakan untuk penarikan kesimpulan. Untuk menginterpretasikan hasil kongruensi atau kesesuaian antara data empiris dengan kriteria evaluasi dan tujuan yang diharapkan (Intents) dapat digunakan interprestasi tingkat keterlaksanaan, ketersediaan, dan ketercapaian setiap komponen yang dievaluasi. Tipe interpretasi data diadaptasi dari kategori yang dikembangkan oleh Djaali & Muljono seperti pada Tabel 3.5. dibawah ini: